Minggu, 16 Agustus 2009

Masih retorika?

Sudahkah semua bisa tersenyum dengan tulus tanpa tersendat oleh lapar, dan tangis karena ketidakadilan?
Ampun TUHAN !
kami tak mau lagi ada bencana

Syarif Wadja Bae
Terminal Blok M

Minggu, 09 Agustus 2009

Atmosphere: Dagangan Corong

Syarief Waja Bae

Jenuh aku mendengar hasutan dari jantungmu yang berdebar cepat tak beraturan.
Aku tau, kau bahkan ingin memelukku dengan nafas lelahmu yg bernafsu untuk membentuk opini dan wacana celaka dengan mengusung prinsip dan moral yang kacau, yg kau jalankan saat Ibu-Ibu waspada terhadap anak-anak mereka yang beranjak dewasa.
Kau corong yang tak berguna.
Lebih berguna corong bensin dan minyak tanah bagi Tukang ojek, Sopir angkot, dan Penjual gorengan.
Kau menyesatkan !!

Awal Agustus 09

Senin, 27 Juli 2009

Di Surga Dunia yang Ter,..

Tempat yg mereka sebut surganya surga dunia itu kembali berdebu tebal, debunya melebihi tebal kulit badak.
Di surganya dunia itu Ibu-Ibu kembali menangis hingga airmata mereka kering, bercampur debu di pipi dan membungkam bibir manis mereka.
Pertanyaan unik kembali mereka sebut; kenapa di tempat yg orang-orang sebut surganya dunia ini dipadati teka-teki berbisa?
Sementara di balik layar sana, aktivis calo tersungging dengan dokumen palsu yg berisikan jutaan teka-teki yg tigabelas kali lipat lebih berbisa yg belum ditandatangani oleh sang penebar senyum pada Ibu-Ibu tadi.
Sebelumnya, dari tempat datangnya mentari di surganya dunia itu, tercium bau logam yg beratus-ratus windu berubah menjadi bau darah yg menempel pada belati yg merobek-robek jingga sanubari mereka yg selalu sabar akan pemerkosaan terhadap prinsip yg berulang-ulang.
Aku ingat cerita temanku tentang amarah bapaknya yg mengatakan; di surganya dunia itu sebaiknya penghuni yg telah berusia dewasa hingga yg paling tua dibunuh semua, agar yg hidup dan tinggal disitu hanya remaja & anak2 yg tidak tahu segala macam teka-teki berbisa.
Tapi aku heran, kenapa di surganya dunia itu sering terjadi kekacauan? Dan kenapa bapak dari temanku tadi berkata begitu?
Bukannya surga tempat yg teraman, tertentram, terindah dan segala yg paling ter, yg positif untuk umat manusia? Apa harus tanya kenapa?

Syarif Wadja Bae
Juli 2009